MEMBAGI ILMU YANG SANGAT AKU SUKA

Dunia bagi imajinasi ku yang tak pernah henti...

Jumat, Maret 18, 2011

TES PAPI KOSTICK

PAPI KOSTICK


SEJARAH
Dibuat oleh Max Martin Kostick, Professor of Industrial Psychology at Boston State College, di Massachusetts, USA, awal 1960-an . Di Indonesia diperkenalkan sekitar tahun 1980 dan berkembang dengan cepat menjelang akhir 1990-an yang berbentuk Self report inventory. PAPI sekarang digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di dunia. Tersedia dalam 25 bahasa, dapat dikerjakan secara online, serta CD-Rom installable. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.

Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi sosial(social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).

LANDASAN TEORI
Not a full personality (mengukur role dan need semata-mata dalam kaitannya dengan situasi kerja, sempadan kepribadian dalam situasi kerja Mengacu pada dimensi temperamen dari Thurstone (1953); pikiran Edwards (1959) dan Schulz (1960); berakar pada konsep Murray (1938).Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi PAPI sebagai suatu asesmen yang mengukur kecenderungan (Need/ Kebutuhan) dan persepsi (Role/Peran) adalah didasarkan pada teori needs-press Murray.PAPI mengeksplor dimensi kepribadian yang luas. Dimensi-dimensi ini dipisahkan ke dalam skala Role dan Need.Sedangkan dalam keterkaitannya teori Murray dengan PAPI adalah Skala Role PAPI mengukur persepsi individu terhadap dirinya dalam lingkungan kerja dan memperhatikan area-area seperti kepemimpinan, perencanaan integratif dan gaya pekerjaan (perhatian terhadap detil).Skala Need memperkirakan kecenderungan mendalam yang tidak bisa dipisahkan dari perilaku individu seperti kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompok, kebutuhan untuk diperhatikan dan kebutuhan untuk didukung.

Henry Murray (1938) yang justru lebih banyak dapat bermanfaat dalam penelitian kepribadian manusia. “Needs” didefinisikan sebagai tujuan manusia dan dorongan dasar (desires); “traits” didefinisikan kebiasaan pola pikir manusia, pengaruh (affect), dan tingkah laku (behavior). “Traits” menjawab pertanyaan “bagaimana” manusia bertingkah laku; “needs” menjawab pertanyaan “mengapa”. Karena itu, “traits” dan “needs” menggambarkan dua aspek fundamental yang berbeda dari kepribadian, yang semestinya keduanya tidak dipisahkan ketika kita hendak mengetahui kepribadian manusia secara komprehensif (Sanz et.al, 2006).

ASPEK YANG DIUNGKAP
PAPI disusun sebagai dua aspek yang terpisah, yaitu ; Pengukuran kebutuhan (needs) dan pengukuran persepsi (roles), yaitu persepsi keadaan individu di tempat kerja. PAPI Kostick untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing – masing mewakili need dan role tertentu.
Penjelasannya :
Work Direction :
Need to finish task (N)
Hard intense worked (G)
Need to achieve (A)
Leadership :
Leadership role (L)
Need to control others (P)
Ease in decision making (I)
Activity :
Pace (T)
Vigorous type (V)
Social Nature :
Need for closeness and affection (O)
Need to belong to groups (B)
Social extension (S)
Need to be noticed (X)
Work Style :
Organized type (C)
Interest in working with details (D)
Theoretical type (R)
Temperament :
Need for change (Z)
Emotional resistant (E)
Need to be forceful (K)
Followership :
Need to support authority (F)
Need for rules and supervision (W)

NORMA ALAT TES
L = PERAN – PEMIMPIN
5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya
4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja

P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN
5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain , menjadi orang yang bertanggung jawab
4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan orang lain

I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN
0-2 : ragu – menolak mengambil keputusan
3-4 : berhati hati membuat keputusan
5-7 : berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
8-9 : tidak ragu dalam mengambil keputusan

F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN
6-9 : bersikap setia dan membantu , kemungkinan bantuannya bersifat politis
4-5 : setia terhadap perusahaan
2-3 : mengurus kepentingan sendiri
: cenderung egois , kemungkinan bisa memberontak


W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN
: berorientasi pada tujuan , mandiri
4-5 : kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
6-9 : meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang jelas

T = PERAN SIBUK
: melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
4-6 : tergolong aktif secara internal dan mental

V = PERAN PENUH SEMANGAT
: cenderung pasif
5-7 : aktif secara fisik , cenderung sportif

R = PERAN ORANG YANG TEORITIS
0-4 : kurang perhatian , bersifat praktis
5-9 : nilai nilai penalaran tergolong tinggi

D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI
0-3 : menyadari kebutuhan akan kecermatan , tetapi tidak berminat bekerja detail
4-9 : minat tinggi untuk bekerja secara detail

C = PERAN MENGATUR
0-2 : fleksibel – tidak teratur
3-5 : teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
6-9 : keteraturan tinggi cenderung kaku

X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN
: cenderung pemalu
2-3 : rendah hati, tulus
4-5 : memiliki pola perilaku yang unik
6-9 : membutuhkan perhatian nyata

B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK
0-3 : selektif
4-5 : butuh diterima , tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
6-9 : butuh disukai dan diakui , mudah dipengaruhi

O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG
: tidak suka hubungan perorangan
3-4 : sadar akan hubungan perorangan , tapi tidak terlalu tergantung
5-9 : sangat tergantung , butuh penerimaan diri

S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL
: perhatian rendah terhadap hubungan social , kurang percaya pada orang lain
6-9 : kepercayaan tinggu dalam hubungan social , suka interaksi social

A = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI
: menunda atau menghindari pekerjaan
3-4 : berhati hati atau ragu dalam bekerja
4-6 : cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
6-9 : tekun , tanggung jawab tinggi

N = KEBUTUHAN BERPRESTASI
0-5 : ketidakpastian tujuan , kepuasan dalam suatu pekerjaan , tidak ada usaha lebih
6-9 : tujuan jelas , kubutuhan sukses dan ambisi tinggi

G = PERAN PEKERJA KERAS
3-4 : bekerja untuk kesenangan saja , bukan hasil optimal
4-7 : kemauan bekerja keras tinggi

Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH
0-2 : tidak suka berubah
3-4 : tidak suka perubahan jika dipaksakan
5-6 : mudah menyesuaikan diri
6-7 : membuat perubahan yang selektif , berfikir jauh kedepan
8-9 : mudah gelisah , frustasi , karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis
K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF
0-2 : menhindari masalah , menulak , untuk mengenali situasi sebagai masalah
3-4 : suka lingkungan tanang , menghindari konflik
5 : keras kepala
6-7 : agresi berhubungan dengan kerja , dorongan semangat bersaing
8-9 :agresif , cendering defensive

E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI
: terbuka , cepat bereaksi , tidak normative
2-3 : terbuka
4-6 : punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
: sangat normative , kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan

PENYAJIAN ALAT TES

Waktu
Dalam pelaksanaan Papi Costick Test secara tertulis tidak ada batasan waktu yang diberikan. Durasi pengerjaan test bergantung pada kecepatan testee dalam menjawab semua pernyataan yang tersedia. Namun pada umumnya testee dapat menyelesaikan menjawab semua peryataan pada tes ini dalam waktu dalam hal inikurang dari 35 menit sampai dengan 45 menit.

Materi Test
Buku soal Papi Costick’s Test
1 lembar Jawaban Papi Costick’s Test
1 Lembar psikogram Papi Costick’s test
1 Buku norma Papi Costick’s Test
Alat Test
Stopwatch

Instruksi Alat Test
Ada 90 pasang pernyataan, pilihlah salah satu dari setiap pasangan pernyataan tersebut yang Anda anggap paling dekat menggambarkan diri saudara. Bila tidak satupun dari sebuah pasangan pernyataan yang cocok, pilihlah yang saudara anggap benar.
Lingkarilah tanda panah pada setiap pernyataan yang saudara pilih pada lembar jawaban yang tersedia.
Contoh : 1.a. Saya adalah pekerja keras
b. Saya tidak mudah murung
Dalam hal ini, Anda melingkari tanda anak panah “a” (Horizontal), karena pernyataan “a” merupakan gambaran diri Anda. Tetapi jika pernyataan “b” (diagonal) lebih sesuai dengan diri anda, maka lingkarilah tanda anak panah pada pernyataan “b”.
Kerjakanlah secepat mungkin dan pilihlah hanya satu pernyataan dari tiap pasang.


KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

KelebihanTest PAPI KOSTICK
PAPI menggunakan forced choice format pada pasangan-pasangan pernyataan yang setara. Sangat sulit untuk melakukan faking/ manipulasi.
Item-item pendek, ringkas
Interpretasi logik dan spesifik sehingga dapat difahami dengan jelas oleh tester maupun testee.
Sangat berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan administration styles dan dapat digunakan 2 orang/ lebih untuk mengetahui hubungan atasan bawahan dan mengembangkan solusi interpersonal
Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram). Laporan ini akan memudahkan pengguna (user) mengenali potensi dirinya secara komprehesif, namun tetap mudah dipahami.
Hasil analisa menghasilkan dinamika kepribadian seseorang yang telah dipengaruhi situasi kerja sekitarnya, yang merupakan gambaran kepribadian keseluruhan dan tidak terpisah -pisah, serta menjadi satu dinamika kepribadian yang utuh.
Mengukur personality traits, tes ini juga mengukur psychological needs.

Kekurangan Tes Papi Kostick
Cara pengskoringnya butuh ketelitian serta kejelian.
Ada kemungkinan orang bosan mengerjakan , karena adanya pernyataan yang di ulang – ulang
Lembar jawaban yang membingungkan






8 komentar:

  1. Ada contoh soalnya gak Mbak Nisrina, klo ada minta tolong di emailkan ke saya

    BalasHapus
  2. Thanks.. sangat bagus postingan'a.. klo boleh tau,, agar seseorang bisa di terima di suatu tempat kerja harus berapa skor dari masing2 abjad itu?

    BalasHapus
  3. hai...ini maksudnya apa yah ???
    saya udah baca tapi kurang ngerti...
    saya mau dong untuk coba di test sekedar melihat hasilnya.. :)

    BalasHapus
  4. untuk contoh soal, saya belum bisa kasih contoh, maaf yaa

    dalam psikotest, tidak ada skor minimal agar seseorang dapat diterima bekerja, karena aspek yang diharapkan perusahaan selalu berbeda dan setiap bidang membutuhkan aspek yang tidak sama..

    BalasHapus
  5. Halo, saya senang Nisrinaa bisa menuliskan penjelasan mengenai suatu tes secara komprehensif sehingga orang yg belajar mengenai alat tes psikologi dapat memahaminya. Saya hanya penasaran apakah ini tidak melanggar kode etik? Dengan memberitahu cara men-skoring ada kemungkinan orang yang mengerti dapat memanipulasi hasil tes bukan? Mungkin sebaiknya dipertimbangkan untuk membuat postingan semacam ini tertutup dan hanya dapat dibaca oleh orang psikologi atau assessor. Demi validitas dan reliabilitas alat tes itu sendiri supaya tidak bocor seperti EPPS dan WARTEGG yg sudah bocor meluas sehingga assessor tidak leluasa lagi menggunakannya.

    BalasHapus
  6. makasi atas saran nya yaa :)
    senang bila ada yang mengingatkan, mungkin memang terlambat saya menghapus bagian skoring, tapi semoga dengan menghapus nya masih berguna untuk menjaga validitas dan reliabilitas nya... :)

    BalasHapus
  7. to anonim yang di atas:
    saya rasa untuk penggunaan test selain tes-tes intelegensi masih bisa disebar luaskan karena skoring tidak menggunakan kategori benar atau salah dan setiap perusahaan membutuhkan item-item yang berbeda dari tiap karyawan/calon karyawannya, terlebih lagi test psikologi tidak hanya dilakukan satu tes saja, melainkan benyak, sesuai dengan kebutuhan dalam asesment :)

    Terima kasih blognya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Toh buktinya malah banyak software koreksi psikotes yang dijual bebas untuk mempermudah para assessor sehingga tanpa perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli buku panduan (manual) untuk mengkoreksi. Bahkan tanpa harus belajar cara skoring hasil skoring alat tes sudah bisa keluar secara otomatis.

      Hapus