MEMBAGI ILMU YANG SANGAT AKU SUKA

Dunia bagi imajinasi ku yang tak pernah henti...

Senin, Juni 13, 2011

Tes Proyektif

TES PROYEKTIF

1. SEJARAH

Pertama kali di kemukakan oleh Sigmund Freud pada tahun 1894 dalam tulisannya “The Anxiety Neurosis” yaitu, jiwa bertindak seolah-olah telah memproyeksikan gairah-gairah seksual yang tidak tersalurkan ke dunia luar.

Pada tahun 1896, Freud dalam tulisannya “On The Defense Neuropsychosis” menyatakan bahwa proyeksi merupakan proses pelampiasan keluar dorongan-dorongan, perasaan-perasaan dan sentiment-sentimen yang ada pada diri individu ke orang lain atau dunia luar sebagai proses pertahanan diri yang tidak disadari oleh individu yang bersangkutan.

2. PENGERTIAN

· Konsep proyeksi Freud sama dengan konsep kompensasi Adler yaitu sejak lahir manusia memiliki kelemahan/inferioritas tapi manusia tidak putus asa dengan cara melakukan kompensasi untuk menutupi kelemahan-kelemahan tersebut.

· Healy, Bronner, dan Brouer menyatakan bahwa proyeksi merupakan proses defensive dibawah kekuasan prinsip kenikmatan. Ego akan selalu melampiaskan dorongan-dorongan dan keinginan-keinginan yang tidak disadari ke dunia luar, karna bila muncul dalam kesadaran akan menyakitkan dan membuat ego jadi tercela sehingga individu melakukan proyeksi.

3. TEORI

Menurut Murray, dalam tes proyeksi bila subyek dihadapkan pada materi/ stimulus yang sifatnya ambigouos, kemudian subyek diminta untuk memeberi respon terhadap stimulus tersebut, subyek akan memberi respon dengan cara memproyeksikan dorongan – dorongan yang ada pada dirinya dalam perbuatan yang biasanya melalui koreksi / kerjasama dengan tuntutan – tuntutan yang bersifat eksternal. Dan menurut Murray reaksi individu terhadap stimulus ambigouos tersebut merupakan kerjasama / interaksi antara need dan press yang disebut thema

4. PERNYATAN FREUD

Awal kemunculannya, proyeksi selalu dikaitkan dengan psikosis dan neurosis, ternyata proyeksi bisa diterapkan pada bentuk-bentuk perilaku lain yang lebih luas missal:

Ø Kepercayaan-kepercayaan tertentu di masyarakat,

contoh : jangan duduk di atas bantal è sebenarnya karna bantal fungsinya untuk kepala, bukan untuk pantat.

Ø Berbagai macam bentuk kesenian,

Contoh : music dan tarian jawa yang tidak rancak dan lemah gemulai è cerminan dari budaya jawa.

Ø Hal-hal yang bersifat religious,

Contoh : asap hio agama konghucu yang membumbung keatas è agar permohonan segera sampai kepada Tuhan.

Note:

a. Tidak banyak ahli yang memberikan pengertian tentang proyeksi, sehingga pengertiannya menjadi terbatas.

b. Pengertian proyeksi dari Freud lebih fokus pada bidang klinis sesuai keahliaanya sehingga akhirnya paling banyak digunakakn pada bidang klinis.

c. Namun sebenernya bisa diterapkan di PIO, Psi Sosial, Psi Perkembangan. Misalnya, di Psi Perkembangan hasil penelitia Margareth Mead : perilaku atau kehidupan psikis anak merupakan proyeksi di masyarakat di mana anak tersebut tinggal.

5. BEBERAPA PANDANGAN TENTANG PROYEKSI

· Proyeksi merupakan suatu pengamatan normal berupa pemindahan dan penghayatan dari dalam individu ke dunia luar yang mempengaruhi proses pengamatan individu yang bersangkutan terhadap proses yang sedang diamati saat itu.

· Proyeksi merupakan gejala-gejala yang mengarah kehalusinansi. Pada proyeksi bisa saja terjadi sesuatu yang ada pada individu dipindahkan keluar tapi dalam realita apa yang diamati itu tidak ada.

· Proyeksi mengarah pada ilusi. Pengamatan pada dunia luar dipengaruhi harapan-harapan individu menurut cara individu itu sendiri.

6. APERSEPSI DAN DISTORSI APERSEPSI

· Berdasarkan eksperimennya tentang fenomena proyeksi menguak kartu TAT, Bellak menyimpulkan bahwa konsep proyeksi tidak hanya berhubungan dengan mekanisme pertahana diri.

· Berdasarkan eksperimen tersebut, Bellak juga menyimpulkan bahwa persepsi masa lalu akan mempengaruhi persepsi akan stimulus saat ini dan tidak semata-mata untuk maksud pertahanan diri.

· Konsep proyeksi Freud sama dengan konsep apersepsi Bellak.

· Persepsi adalah interpretasi atau pemberian makana individu terhadap suatu stimulus.

· Apersepsi adalah interpretasi dinamis dan penuh makana dari individu terhadap suatu persepsi (biasanya melibatkan kepribadian yang bersangkutan secara keseluruhan)

· Distorsi apersepsi adalah interpretasi subyektif yang menimbulkan penyimpangan dalam apersepsi.

7. TEKNIK PROYEKSI

Teknik proyeksi merupakan suatu alat yang memungkinkan untuk mengungkap motif, nilai, keadaan emosi, need yang sukar di ungkap dalam situasi wajar dengan cara individu memproyeksikan pribadinya melalui obyek atau stimulus di luar individu.

Teknik proyeksi di gunakan pada beberapa alat tes psikologi è tes proyeksi.

8. CIRI-CIRI TES PROYEKSI

· Stimulusnya tidak terstruktur ; memungkinkan yang subyek mempunyai alternative pilihan jawaban yang banyak.

· Stimulusnya ambigu/kabur ; memungkinkan subyek merespon stimulus tersebut sesuai interpretasinya masing-masing.

· Stimulusnya kurang mempunyai obyektifitas relative ; memunculkan individu diferensis dari masing-masing subyek.

· Global Approach ; menurut kesimpulan yang luas.

9. KLASIFIKASI TES PROYEKSI

a. L.K. Frank (sifat respon subyek)

· Teknik konstitutif (menyusun) : materi belum terstruktur, subyek diminta untuk memberi struktur. Contoh tes wartegg, tes ro, tes finger print.

· Teknik konstruktif (membentuk) : materi belum berbentuk subyek diminta untu membentuk, dari pada teknik konstruktif materinya lebih mentah dan lebih free exspression untuk subyek. Contoh tes mozaik.

· Teknik interpretative (menginterpretasi) : subyek diminta menginterpretasikan materi. Contoh TAT, CAT, SSCT.

· Teknik katarti : fungsinya saat subyek merespon terjadi pengurangan-penerangan hambatan-hambatan psikis. Contoh tes mozaik.

· Teknik refraktif/ekspresif : subyek diminta mengekspresikan need, sentiment, dan lain-lain yang ada pada dirinya. Contoh tes grafis, tes bender gestalt, grafologi.

b. Menurut Linzey ( tipe jawaban subyek)

· Teknik asosiasi : subyek diminta merespon dengan apa yang pertama kali muncul dalam pikirannya atas stimulus pada materi tes. Contonya tes rod an SSCT.

· Teknik konstruksi : subyek diminta menyusun materi yang belum berbentuk menjadi suatu cerita, fokusnya hasil cerita subyek. Contoh TAT, CAT.

· Terknik melengkapi : subek diberi materi yang belum lengkap dan diminta untuk melangkapi. Contoh SSCT.

· Teknik mengatur : subyek diminta membuat urutan jawaban atas dasar pilihan jawaban yang ada. Contoh subtes picture arrangement pada tes WAIS.

· Teknik ekspresif : mirip teknik konstruktif tapi materinya lebih mentah, fokusnya adalah cara subyek menyelesaikan meteri. Contoh tes finger print.

10. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TES PROYEKTIF

· Rapport dan keleluasaan penggunaan

dapat berfungsi sebagai ice breaker karena tugas-tugasnya menarik dan tidak membosankan bahkan seringkali menghibur ; teknik proyektif non verbal bisa di gunakan untuk anak-anak, individu buta huruf dan individu dengan gangguan bicara.

· Faking

umumnya bisa menghindarkan kecenderungan faking karena tujuan tes seringkali kabur dan sulit di tebak.

· Variable tester dan situasi

teknik proyektif lemah dalam standarisasi, administrasi maupun skoringnya, sehingga variable tester dan situasi tes menjadi sangat penting.

· Norma

tidak ada norma standart sehingga seringkali tester menggunakan pengalaman subyektifnya dalam menginterpretasikan sehingga menjadi bias.

· Reliabilitas

teknik proyektif mempunyai prosedur scoring yang kurang terstandarisasi sehingga reliabilitas skorer/penilai menjadi sangat penting dengan cara membandingkan konsistensi respon dari subyek.

· Validitas

teknik proyektif lemah dalam hal validitas tapi dapat di atasi dengan mengguanakan alat ukur lain yang mengungkapkan hal yang sama.

11. MACAM-MACAM ALAT TES PROYEKTIF

· Tes Grafis

· Tes Rorshach

· Tes Wartegg

· Tes Bender-Gestald

· Hand Test

· SSCT

· TAT

· CAT

1 komentar:

  1. Maksih ya..
    telh memebntu ane dlm pencarian Tes proyeksi buat ujian semster..
    Honntoni Arigatou Gozaimasu ^^

    BalasHapus