MEMBAGI ILMU YANG SANGAT AKU SUKA

Dunia bagi imajinasi ku yang tak pernah henti...

Kamis, Maret 22, 2012

Dirimu

disuatu senja, saat ku duduk di tepian jendela. mata ku memandang sejauh mana ia mampu mengangkap penglihatan. napas ku merdu menghirup segarnya udara kota ini. dan pikiranku menuntun untuk melihat diriku.
semua yang ku miliki rasanya telah cukup memenuhi apa yang kubutuhkan, meski beribu keinginan masih selalu menghantui dan sering kali ku bakar menjadi motivasi
sepasang suami isteri yang ku panggil mamah dan papah, alhamdulillah masih menemaniku hingga saat aku bernapas hari ini
kedua adik yang ku miliki saat usia empat dan dua belas tahun masih saja melengkapi hari-hariku
kasih sayang yang dibangun oleh kedua orang-tua ku membuat rumah menjadi tempat yang selalu ku rindukan saat jauh darinya.
hari-hari yang ku lalui mengantarkan ku pada sebuah lingkar persahabatan, bersama mereka yang awalnya hanya teman biasa, mereka yang selanjutnya mewarnai hari-hariku, mengubah kelabu menjadi pelangi, muram wajah kami seketika berubah ceria. syukur ku atas kehadiran mereka.
dan dirimu, mungkin kisahmu yang menjadikan tulisan ini semakin panjang.
dirimu, entah apa yang telah menyihirku. sosokmu yang menjadikanku merasa cukup atas apa yang kumiliki
dirimu mencukupkan diriku
menjadikanku wanita yang tak perlu pura-pura
dan kau izinkan aku menampilkan diriku apa adanya
sosokmu, rasanya tepat seperti yang ku inginkan selama ini, benar-benar telah mencukupkan diri dan hidupku
satu hal yang sangat aku fahami, jalan kita masih panjang
kerap kali aku khawatir, mampukah kita melewati waktu yang panjang hingga kepada janji cuci, janji yang ku yakin sempurna untuk menjadikan ku milikmu seutuhnya, menjadikan mu milikku seutuhnya
hingga aku sampai pada suatu hal, bahwa apapun yang akan terjadi, kuserahkan semua pada yang telah mengirimmu kepadaku, ku ikhlaskan jalan hidupku menuju sebuah hidup yang telah disiapkan-Nya untukku, yang insyaallah ku yakini lebih baik dari yang ku pikirkan
ku harapkan memang dirimu yang akan terus menemani hari-hariku, hingga menua bersama, menemani anak-cucu kita, menunggu pencabut nyawa hingga salah satu dari kita benar-benar merasa sendiri dan meminta pada tuhan untuk segera dijemput pulan, agar kita bisa bersama lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar